HUNTER NEWS INHU – Sampah plastik sering kali dianggap sebagai limbah yang tak berguna. Namun, tidak bagi Rusli Syarif biasa disapa Moman Koty. Warga Desa Airmolek II Kecamatan Pasirpenyu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau – Indonesia ini justru melihat potensi besar di balik tumpukan sampah plastik.
Dengan keterampilan dan kreativitasnya, ia berhasil menciptakan paving block yang kuat, ramah lingkungan, dan bernilai jual tinggi.
Moman Koty Jelaskan berawal dari keprihatinannya melihat tumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan sekitar Pemukiman padat yang ada di Kota Airmolek, karena itu Dia tergerak untuk mencari solusi.
“Saya sering lihat sampah plastik menumpuk di sungai dan pinggir jalan. Dari situ saya berpikir, bagaimana caranya agar sampah ini bisa bermanfaat,” ungkapnya yang juga selaku Pengelola, Minggu (27/7/2025).
Selanjutnya dengan peralatan sederhana seperti tungku pemanas dan cetakan, dan oli bekas, Rusli memilah plastik bekas yang sudah dipilah kemudian dijemur hingga kering.
Setelah itu, plastik tersebut dilakukan proses pembakaran menjadi bubur plastik di wajan/tungku pembakaran. Kemudian, diberi olesan oli bekas ditempat pencetakan paving.
Bubur plastik dicampuri oli bekas 0,5 liter per paving. Proses ini tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga menghasilkan produk yang hemat biaya produksi karena menggunakan metode konvensional dan ramah lingkungan.
“Paving yang dihasilkan ini bisa untuk mencukupi kebutuhan terutama pada program penanggulangan pengelolaan sampah yang ada di kota Airmolek dengan permasalahan darurat sampah.
“Kalau sudah produksi tinggi dari hasil olahan ini bisa dimanfaatkan program pemerintahan untuk pembangunan trotoar dan obyek wisata dengan paving block dari sampah plastik,”terangnya.
Tempat terpisah Lurah Airmolek 1, Herdi Setiawan ST M.Si menyambut baik atas inovasi yang dihasilkan oleh salah satu warganya, Rusli Syarif berupa olah sampah plastik menjadi paving block dengan alat konvensional.
Kelurahan sudah mengeluarkan surat larangan kepada agar tidak membuang sampah sembarang, untuk mengatasi permasalahan sampah solusinya kelurahan sudah membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) melibatkan Perangkat Kelurahan.
Kepengurusan KSM terdiri Ketua Zumrowi Gani, Jimmy RW, Ketua Petugas Transportasi Sampah, KSM tersebut setiap hari mengutip sampah untuk diolah diantaranya menjadi pupuk Organik dan Paving Block
Untuk mengutip sampah transportasinya mobil dari swadaya dengan pihak ketiga, tidak melibatkan anggaran dari Daerah.
“Diharapkan melalui inovasi ini, bisa menyerap lebih banyak sampah plastik untuk bisa ditangani. Dimana, 1 buah paving yang dihasilkan bisa menyerap sekitar 5 kg sampah plastik.
Lurah menambahkan dari pembakaran sampah plastik menjadi paving block ini tidak menghasilkan asap, sehingga ramah lingkungan.
Adapun yang membedakan dengan produksi paving lain, paving yang dihasilkan tidak menimbulkan bau, dan disimpan tidak menjamur. Sebab, sampah plastik yang digunakan sudah dipilah terlebih dahulu seperti dari sampah plastik bungkus mie instan, sabun cuci piring, dan plastik yang strukturnya agak longgar.
“Dari ukurannya masih sama, seperti 1 meter berbentuk segi enam isi 15 buah. Harganya memang agak lebih mahal daripada paving biasa yakni Rp 45 – 60 ribu per meter. Mudah-mudahan bisa menjadikan paving ini menjadi percontohan untuk upaya penanggulangan sampah plastik (anorganik),” Jelas Pak Lurah. (Editor)






