Airmolek, HunterNews Com – Serangan lalat kembali meresahkan warga di Airmolek Kecamatan Pasirpenyu Kabupaten Indragiri Hulu dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir. Kawanan lalat yang muncul dalam jumlah besar ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pemilik warung makan dan rumah tangga.
Pantauan di lapangan, sejumlah warung nasi, kedai kopi hingga pedagang jajanan terpaksa menutup makanan lebih rapat, menggunakan kipas tambahan, bahkan sebagian menghentikan aktivitas memasak pada jam tertentu karena banyaknya lalat yang hinggap.
Sejumlah warga juga mengeluhkan situasi ini. Mereka menyebut lalat masuk ke rumah walau pintu sudah ditutup, akibat jumlahnya yang terlalu banyak.
“Sudah dua hari ini lalat banyak sekali. Mau masak atau makan pun tidak tenang. Kami sudah bersihkan rumah, tapi tetap saja datang,” ujar Candra Liem Warga Airmolek di Dampinggi Aris Fadillah Kades Lembah Dusun Gading, Senin (17/11/2025) siang.
Sebut Candra Dipasar tradisional Airmolek, kondisi serupa terjadi. Penjual makanan basah dan lauk-pauk harus menutup dagangan menggunakan plastik dan tirai khusus untuk mengurangi risiko kontaminasi lalat.
Dikatakan Candra Liem diaminkan Kades Lembah Dusun Gading keresahan tersebut sudah direspon Bupati Inhu Ade Agus Hartanto sudah mewanti wanti sewaktu kunjungan kesalahan satu kandang ternak ayam potong di Airmolek diduga asal muasal berkembang biaknya lalat yang sudah meresahkan warga agar hal tersebut tidak terulang kembali diminta pihak owner peternakan ayam potong untuk bertanggung jawab segera mengatasinya dan menyelesaikan agar lalat dimusnahkan sesegera mungkin.
“Candra berharap pengelolah Kandang ayam Potong memberikan Lem Lalat secara gratis disetiap Warung dan Rumah tangga yang diserang oleh lalat,” Ujarnya.
Lem Lalat Laris Manis
Situasi ini membuat penjualan lem lalat dan perangkap serangga meningkat drastis. Seorang pedagang alat rumah tangga di Pasar Lama menyebut permintaan naik hingga 3–4 kali lipat dibanding hari biasa.
“Biasanya satu kotak lem lalat terjual beberapa hari, sekarang satu hari bisa habis. Banyak warga cari, termasuk pemilik warung,” ungkap Sukarmin, pedagang perlengkapan dapur.
Jenis lem gulungan, lem kertas, hingga lampu perangkap serangga kini menjadi produk yang paling diburu warga.
Diduga Karena Kandang Ayam Potong, Cuaca dan Lingkungan
Menurut warga, kondisi cuaca panas disertai Ternak Ayam Potong dan peningkatan sampah organik di beberapa titik menjadi faktor pemicu berkembang biaknya lalat. Namun, warga berharap adanya langkah penanganan dari pihak kelurahan dan instansi terkait.
Masyarakat juga meminta agar dilakukan penyemprotan (fogging) lalat atau penanganan kebersihan di lokasi – lokasi Kandang ayam Potong di sumber bau dan tumpukan sampah agar wabah serangga ini segera berkurang. (Fauzi)





