HunterNews Pelalawan – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan, menghadiri kegiatan pemaparan dan Evaluasi Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) MTsN 1 Pelalawan untuk periode 2024–2027. Kegiatan yang digelar pada Rabu (21/08) ini berlangsung di ruang serbaguna MTsN 1 Pelalawan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Pelalawan, Abdul Wahid, beserta staf, pengawas MTS dan MA Gusrialdi, Kepala MTsN 1 Pelalawan, Bakri, para wakil kepala madrasah (waka) bidang kurikulum, humas, sarana, dan kesiswaan, serta dewan guru.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perencanaan strategis madrasah yang berkelanjutan dan berbasis pada prinsip-prinsip tata kelola pendidikan yang baik.
Syafwan. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menyusun arah dan kebijakan pengembangan lembaga secara terstruktur dan terukur. Ia menekankan bahwa RKJM sebaiknya tidak hanya menjadi dokumen jangka menengah, tetapi juga harus diturunkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang terinci dan terukur.
“RKJM harus diaplikasikan dalam RKT. Dengan begitu, pelaksanaan program akan lebih mudah dievaluasi dari tahun ke tahun. Dalam raker sendiri harus ada tiga komponen utama, yaitu evaluasi program tahun sebelumnya, pelaksanaan program tahun berjalan, serta perencanaan untuk tahun yang akan datang,” ujar Syafwan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala MTsN 1 Pelalawan, Bakri, menyampaikan secara rinci isi dari RKJM yang telah disusun. Dalam pemaparannya, Bakri menguraikan analisis SWOT (Strenghts Weaknesses Opportunities Threats) sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan madrasah.
“Salah satu program prioritas yang tengah berjalan adalah upaya mengintegrasikan tiga nilai utama ke dalam pembelajaran, yakni kurikulum berbasis cinta, pendidikan antikorupsi, dan penguatan moderasi beragama.” Urainya
Menanggapi pemaparan tersebut, Syafwan memberikan masukan,
“Karena ini MTsN, maka sudah semestinya nilai-nilai Islami dikedepankan. Program seperti pembiasaan shalawat, penggunaan bahasa Arab dalam komunikasi harian, dan penguatan praktik keagamaan harus menjadi ciri khas. Tidak masalah jika jumlah siswa tidak terlalu banyak, yang penting kualitasnya terjaga,” ujar Syafwan.
Abdul Wahid selaku Kasi Pendis Kemenag Pelalawan juga menyebutkan Teknis nya dan pemaparan yang disampaikan oleh MTsN 1 Pelalawan sudah bagus, tapi lebih perlu didetailkan lagi mengenai program-programnya dan dibuat per tahun.
“Target itu juga dibuat jelas apa yang kita mau capai sehingga bisa diukur baik dari bidang kehumasan seperti sosial media nya, maupun dari segi akademik seperti memenangkan perlombaan, dll” ujarnya
Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Kementerian Agama dan madrasah dalam memperkuat perencanaan pendidikan berbasis mutu. Melalui RKJM yang disusun dengan prinsip kolaboratif dan visioner, MTsN 1 Pelalawan diharapkan dapat menjalankan program-program strategis secara terarah dan berkelanjutan.(Humas Kemenag Pelalawan)






