INHU, HUNTERNEWS COM – Kelompok Tani Jerry Dokter Karya Mandiri (JDKM) mendapatkan KSO (Kerja Sama Operasi) dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelola lahan eks PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) seluas 683 hektar di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Skema ini digambarkan sebagai bagian dari redistribusi lahan sitaan agar dikelola oleh masyarakat lokal.
Ada tuduhan dari berbagai pihak bahwa kelompok tani JDKM ini “fiktif” dan anggotanya “hanya formalitas di atas kertas” tanpa aktivitas pertanian nyata.
Dikonfirmasi, Ketua JDKM dan Agrinas melalui Menejer Kebun kepada Wartawan, Rabu (19/11/2025) diruang kerjanya menanggapi tuduhan tersebut tidak benar, mereka menyatakan bahwa proses KSO dilakukan secara sah, transparan, dan anggota kelompok tani benar-benar aktif petani lokal, Ujar Erik SP
Terkait Legalitas dan Transparansi publik menyoroti kekurangan transparansi, ada tuduhan bahwa pengelolaan lahan melalui KSO dilakukan tanpa legalitas tertulis yang memadai.
Namun, JD Karya Mandiri menegaskan bahwa seluruh perjanjian KSO tersedia dan sah secara hukum. Kesimpulan Sementara. Ya, Kelompok Tani JD Karya Mandiri Airmolek terlibat dalam KSO dengan PT Agrinas Palma Nusantara.
Skema KSO ini untuk lahan eks perusahaan (TPP) yang disita, dan dimaksudkan untuk memberikan peran bagi petani lokal.
Ketika dikonfirmasi terhadap pemeliharaan kebun, Menejer Kebun Koperasi JDKM Erik SP menjelaskan saat ini kondisi operasional diareal kebun KSO menajemen JDKM sebelum melakukan aktivitas panen diawali dengan Apel pagi dengan semua pekerja dan staf termasuk anggota perawatan penyemprotan (Racun Rumput)
Ditegaskan Menejer dalam beberapa bulan terakhir ini setiap hari kita sudah melakukan perawatan semprot, 1 team semprot kita ada 9 orang semprot dan 1 yang melangsir air untuk Racun.
Semua itu dilakukan sesuai arahan agrinas, kita Koperasi JD Karya Mandiri berkomitmen terus menjaga dan merawat areal kebun kelapa sawit yang di percaya kan pengelolaan pada kita.
“Selesai melakukan penyemprotan ini dalam waktu dekat kita akan melakukan pemupukan secara berkala disetiap lokasi KSO kebun,” Jelas Erik SP. (Fz- Media Center)






