Pelalawan, HunterNews Com – Mengenal diri sendiri adalah guru yang sebenarnya” sebuah ungkapan filosofis yang mendalam, menyiratkan bahwa pemahaman internal dan refleksi pribadi adalah sumber kebijaksanaan dan bimbingan yang paling berharga dalam hidup
Lebih dalam bahwa kesadaran diri (self-awareness) merupakan guru terbaik yang dapat membimbing seseorang untuk tumbuh dan berkembang secara utuh. Proses ini melibatkan refleksi diri untuk memahami kelebihan, kelemahan, tujuan, dan cara beradaptasi, yang pada akhirnya membantu seseorang menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.
Pada Prinsipnya mengenali diri sendiri mencakup pemahaman mendalam tentang sifat, watak, emosi, pikiran, dan cara pandang. Ini adalah dasar untuk mengambil keputusan yang tepat dan bergerak maju.
Kemudian melalui refleksi diri, kita bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, seperti dalam pepatah yang mengatakan “Guru yang terbaik ialah yang mau terus belajar dan memperbaiki diri jauh lebih baik setiap harinya”.
Selaian itu menjadi guru bagi diri sendiri adalah tentang belajar memimpin diri dengan kesadaran, bukan tentang menutup diri dari bimbingan orang lain.
Tujuannya adalah agar dapat terus berkembang dan berdaya. Kesadaran diri membantu seseorang untuk memahami bagaimana cara terbaik beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Dalam melakoni kehidupan, dengan mengenali diri, seseorang dapat lebih mandiri, mengambil tanggung jawab atas tindakan dan kebahagiaannya sendiri, serta tidak bergantung pada validasi eksternal atau ilusi. Dengan mengakui diri sendiri sebagai guru, seseorang mengambil tanggung jawab penuh atas pertumbuhan dan perkembangan pribadi mereka, alih-alih mengandalkan orang lain untuk solusi atau bimbingan.
Begitu juga dengan introspeksi sebagai Sumber Kebijaksanaan, ungkapan ini menempatkan introspeksi atau melihat ke dalam diri sebagai proses pembelajaran utama. Saat seseorang merenungkan pengalaman, emosi, kekuatan, kelemahan, dan keyakinan mereka, mereka memperoleh pemahaman yang mendalam yang tidak bisa diajarkan oleh orang lain atau buku.
Guru di luar (orang tua, guru, mentor) dapat memberikan pengetahuan dan arahan eksternal, tetapi “guru sejati” di dalam diri membantu seseorang menemukan jalan hidup otentik mereka, yang selaras dengan nilai-nilai inti dan tujuan pribadi.
Pengalaman Hidup juga sebagai Pelajaran, diri sendiri adalah yang paling memahami pengalaman hidup pribadi. Dengan merenungkan pelajaran dari kegagalan dan kesuksesan, seseorang belajar bagaimana menavigasi tantangan masa depan dengan lebih baik dan siap.
Terkait tentang Guru Sejati ini, Nabi Besar Muhammad SAW, sudah mernyampaikan dalam hadistnya, “Barang siapa mengenal dirinya maka pasti akan mengenal Tuhannya
”Hal ini juga ternaktub sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Fussilat ayat 53 “Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan didalam diri mereka sendiri hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar”.
Penulis; Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan (Pimpred HunterNews Com)





