HUNTER NEWS INHU – Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hulu (Inhu), Ir. H. Hendrizal, M.Si membuka secara resmi Majelis Musyawarah Kerja (Musker) II Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Inhu.
Kegiatan ini mengusung tema “Melalui MUSKER II LAMR Indragiri Hulu 2025, Wujudkan Sinergitas Pemangku Adat dan Kebijakan dalam Upaya Tegaknya Kedaulatan Adat, Marwah, dan Budaya Melayu Indragiri” dilaksanakan Selasa, 5 Agustus 2025 di Balai Adat LAMR Inhu, komplek Danau Raja Rengat.
Dalam sambutannya, Wabup Hendrizal menyampaikan, musyawarah itu merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam menjaga marwah budaya Melayu serta mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
Salah satu hal yang diangkat dalam musyawarah ini adalah, penataan kawasan Danau Raja. Wabup menyampaikan keprihatinannya atas kondisi fasilitas yang rusak dan kurang penerangan di malam hari.
“Banyak fasilitas di kawasan ini sudah koyak dan rusak, termasuk etalase listrik yang hilang. Kita ingin kawasan Danau Raja kembali terang dan aman di malam hari,” ujar Wabup.
Wabup juga mengusulkan agar nama-nama infrastruktur dan fasilitas publik di Inhu dapat menggunakan nama para pejuang terdahulu sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan jasa tokoh-tokoh daerah.
Selain itu, Wabup mengangkat isu penting lainnya, seperti keberadaan dua meriam bersejarah milik Inhu yakni, meriam perempuan yang berada di rumah Ketua LAMR Provinsi Riau, di Jalan S Parman, Kota Rengat dan meriam jantan yang berada di Kota Baru.
Hendrizal berharap ada pembahasan untuk menyatukan kedua meriam tersebut sebagai simbol sejarah yang tak terpisahkan dari Inhu. Wabup juga menyampaikan bahwa Pemkab Inhu telah menerima dua surat dari Duta Palma Group terkait rencana penyerahan lahan plasma seluas 2.040 hektar.
Ia menegaskan bahwa proses penyerahan tersebut harus melibatkan LAMR untuk memastikan penyaluran yang tepat dan adil. (Redaktur)






