HunterNews Com – Kelompok Tani (Koptan) JD Karya Mandiri (JDKM) selaku mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara terus mengoptimalkan pengelolaan kebun sawit dengan fokus pada peningkatan produksi, penguatan sistem keamanan, serta perawatan kebun secara rutin dan berkelanjutan di areal eks PT Tunggal Perkasa Plantation, Desa Serumpun Jaya, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.
Ketua Koptan JDKM, dr. Jerry Adli, MMR, menegaskan bahwa keterlibatan petani lokal dalam skema KSO bukan sekadar soal pengelolaan lahan, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi masyarakat desa melalui sektor perkebunan sawit yang dikelola secara profesional.
Ini bukan sekadar penyerahan lahan. Ini adalah sejarah baru — kebangkitan putra-putra terbaik daerah, saat anak negeri dipercaya kembali untuk berdiri di atas tanahnya sendiri.
“Kerja sama kami dengan PT Agrinas Palma Nusantara membuka ruang bagi petani lokal untuk mengelola kebun sawit secara mandiri dan produktif, bukan sekadar menjadi penonton di tanahnya sendiri,” ujar Owner Klinik Victory Airmolek itu.
Ia menambahkan, kemitraan dengan PT Agrinas juga menjadi bukti bahwa pengelolaan kebun sawit dapat dilakukan secara lebih adil, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami mengapresiasi langkah PT Agrinas yang memberikan kepercayaan kepada masyarakat lokal. Kemitraan ini bukan hanya soal produksi sawit, tetapi tentang pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan dan adil bagi warga setempat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan KSO, JDKM tidak hanya berperan pada kegiatan panen tandan buah segar (TBS), tetapi juga menjalankan tanggung jawab penuh terhadap perawatan kebun sawit, mulai dari pemupukan berkala, pengendalian hama dan penyakit tanaman, pembersihan gulma, pemeliharaan piringan dan jalan kebun, hingga pemantauan kondisi tanaman agar tetap sehat dan produktif.
Selain itu, aspek keamanan kebun turut menjadi perhatian utama. JDKM bersama PT Agrinas melakukan pengawasan lapangan secara rutin, pengaturan jadwal kerja tenaga kebun, serta koordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mencegah pencurian buah, perusakan tanaman, maupun potensi gangguan lainnya yang dapat menurunkan hasil produksi.
Melalui pola kerja sama ini, JDKM menargetkan peningkatan hasil panen secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi kebun akibat perawatan intensif dan tata kelola yang lebih teratur.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani anggota kelompok, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor perkebunan. (HNC – Media Center)






